https://t.co/EDXKrLOJD4
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) May 3, 2022
Impermanence, Suffering, Emptiness/absence of self-naturehttps://t.co/GZJOlpPEBE
Existence/Truth Consciousness Blisshttps://t.co/AFd24bHCOW
Pāramārthika Vyāvahārika Prāthibhāsika
Sarvapriyananda: Emptiness~absence of experience/DeepSleep. Forth TURIYA
Tuesday, May 3, 2022
Elon Musk @elonmusk: the elusive beauty of imperfection 侘寂
Monday, May 2, 2022
Sarvapriyananda: Ashtavakra Gita 15: Nak, Anda kesadaran murni, tdk kurang.. tdk lebih
Swami Sarvapriyananda: Ashtavakra Gita 15:
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) May 1, 2022
Nak, Anda kesadaran murni, tdk kurang.. tdk lebih, Anda&dunia satu, jadi siapa Anda berpikir bisa pertahankan atau lepaskan, bagaimana bisahttps://t.co/DK5ZL0GobQhttps://t.co/1Rb0n5thU5
Sunday, April 24, 2022
Sadhguru: Hidup yg mati bukan ide mengerikan. Ini kenyataan.
Sadhguru: Hidup yg mati bkn ide ngeri.Nyata
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
Kt semua hidup dl mati.Katakan kt hidup /sedang sekarat,tdk beda
2 kata beda proses sama
Mati bkn peristiwa terjadi sekali
Mati sedang terjadi,proses
1 hari akan lengkap
Terindah tt hidup tiada gagal,semua lulushttps://t.co/zVD5r7m5UE
Death; An Inside Story: A book for all those who shall die By Sadhguruhttps://t.co/IlInVuRNw6 pic.twitter.com/uHohHhMCdM
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
Kematian hal tabu di sebagian besar masyarakat di dunia. Tetapi bagaimana jika kita salah sepenuhnya? Bagaimana jika kematian bukan malapetaka seperti yang dibuat, tetapi aspek penting kehidupan, penuh kemungkinan spiritual transendensi? Untuk pertama kali, seseorang mengatakan hal itu.
Dalam eksposisi seperti risalah unik ini, Sadhguru banyak memikirkan pengalaman batinnya saat ia menguraikan aspek kematian lebih mendalam yang jarang dibicarakan. Dari sudut pandang praktis, ia uraikan tentang persiapan yang dapat dilakukan seseorang untuk kematiannya, cara terbaik membantu seseorang yang sekarat dan bagaimana kita dapat terus mendukung perjalanan mereka bahkan setelah kematian.
Apakah seorang beriman atau tidak beriman, seorang bakta atau seorang agnostik, seorang pencari ulung atau seorang bodoh, ini benar-benar buku untuk semua orang yang akan mati!
“I want you to understand: however big one is in the world, tomorrow morning if I fall dead or you fall dead, the world will go on just fine—maybe better—without us!”
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
― Sadhguru, Death; An Inside Story: A book for all those who shall diehttps://t.co/umPmSaekjj
“What is the biggest wonder of life?’ Without hesitation, Yudhishthira famously answers, ‘Hundreds and thousands of living beings meet death at every moment, yet the foolish man thinks himself deathless and does not prepare for death. This is the biggest wonder of life.”
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
“When death knocks on your door, your life will be focused, and naturally, you turn inward, because outward is of no use anymore..”
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
― Sadhguru, Death; An Inside Story: A book for all those who shall die
“lake and drop dead. Only Yudhishthira, the eldest of them, is left. Always the humble and”
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
― Sadhguru, Death; An Inside Story: A book for all those who shall die
Thread by @alvinyudistira on Thread Reader App https://t.co/sfjkUvftcp @threadreaderapp unroll
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 24, 2022
Saturday, April 23, 2022
Swami Sarvapriyanandaji: Kontrol Diri dan Respek Diri: Dua Pilar Kepribadian Terintegrasi
Kontrol Diri dan Respek Diri: Dua Pilar Kepribadian Terintegrasi oleh Swami Sarvapriyanandajihttps://t.co/HHf0Vm1Ua6https://t.co/8jVoTdtlxB
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 23, 2022
Thread by @alvinyudistira on Thread Reader App https://t.co/oUPRdOmYDX
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 23, 2022
Thursday, April 21, 2022
Sadhuguru tt Aghoris: Apa yang paling menjijikkan bagimu, itu yang mereka berteman
Ilmuwan melakukan Hal-Hal Aneh... Bukan Aghori - Sadhguru https://t.co/x3EVD5ehlghttps://t.co/rrejIbwNdR
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 20, 2022
Tuesday, April 19, 2022
Tuhan tersembunyi di dalam hati semuanya. Saksi abadi, kesadaran murni
"Tuhan tersembunyi di dalam hati semuanya.
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 19, 2022
Saksi abadi, kesadaran murni,
Dia melihat kerja kita dari dalam, di luar jangkauan guna (atribut pikiran)."
(Shvetashvatara Upanishad Sl. VI.11, diterjemahkan oleh Eknath Easwaran) https://t.co/J4qLBEUxFu https://t.co/APKURMMGgj
Sarvapriyananda: Disebut, karena inginkan istilah lbh baik, sebab menyaksikan, bersinar, menerangi setiap gerakan pikiran, setiap pikiran, setiap ide, setiap ingatan, setiap perasaan, disebut Saksi. Dlm bahasa Sansekerta: Sakshi."https://t.co/m0ZAr406BMhttps://t.co/HVEO2p7E0I
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 20, 2022
Tulisan di batu nisan Rumi
Tulisan di batu nisan Rumi
— Alvin Yudistira (@alvinyudistira) April 19, 2022
Ketika kita mati, jangan cari makam kita di bumi, tapi temukan di hati manusia.https://t.co/zDkhyfAeX0https://t.co/RmlTXSEpd2
Where Does My God Live? | Swami Sarvapriyananda
Where Does My God Live? | Swami Sarvapriyananda https://t.co/b83b2ttWry — Alvin Yudistira (@alvinyudistira) October 15, 2022
-
Ilmuwan melakukan Hal-Hal Aneh... Bukan Aghori - Sadhguru https://t.co/x3EVD5ehlg https://t.co/rrejIbwNdR — Alvin Yudistira (@alvinyudistira...
-
Samadhi#Mahāsamādhi - Wikipedia Bagaimana istri Sadhguru meninggal? Dlm 7 8 menit.. ketika saya lihat dia telah pergi dg senyum lebar di w...
-
Berteman dengan Kematian · Swami Mahayogananda Swami Mahayogananda, 30:11 - 34:04: Ketika kita dapat terus-menerus mengingat kematian ...